Berita Nasional

    DKPP Sukamara Pengambilan Sampel Darah Sapi

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui Kepala Bidang Peternakan Syamsir Hidayat, S.Pi., M.Si disela-sela aktifitasnya mengatakan “Pengambilan sampel darah sapi bertujuan untuk mengetahui tingkat kadar suatu zat yang terkandung dalam darah ternak”, dalam hal ini untuk memeriksa penyakit Brucellosis, parasit darah dan parasit cacing pada sapi. Pemeriksaan darah sapi ini dilaksanakan kerjasama antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sukamara dalam rangka untuk mencegah adanya Brucellosis (keguguran menular), adalah penyakit keguguran menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri Brucellaabortus yang menyerang sapi, domba, kambing, babi dan hewan atau ternak lainnya, dimana gejalanya tidak menyolok, biasa dan tidak menimbulkan perubahan klinis.  Pada sapi jantan scrotum bengkak, nafsu makan turun dan demam, sedangkan pada sapi betina biasanya menyebabkan terjadinya keguguran saat bunting (anaknya mati dan berwarna biru kecoklatan, jika hidup pun sangat lemah tak berkembang), dimana ambing dan alat kelamin terkadang bengkak. Adapun penularan (penyebarannya) melalui kontak langsung, yakni pada saat terjadinya perkawinan dengan pejantan yang tampak sehat tetapi membawa penyakit, melalui pakan dan air minum yang ditulari oleh janin yang digugurkan serta melalui luka. Dimana penyakit ini bersifat zoonosis artinya dapat menular dari hewan ke manusia tambahnya. Pada kesempatan tersebut  juga dilakukan pemeriksaan parasit darah yang merupakan masalah kesehatan karena dapat menimbulkan kerugian ekonomi, pertumbuhan terhambat, berat badan, daya kerja dan reproduksi terjadi penurunan. Dimana jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian terutama pada ternak muda. Perlu dilakukan pemeriksaan dilaboratorium dan hasilnya nanti sangat berguna bagi peternak dan masyarakat untuk dilakukan pencegahan, pengobatan dan pemberantasannya. Adapun parasit cacing dapat menyebabkan  penyakit cacingan (Helminthiasis) bagi ternak. Dimana dampaknya berupa penurunan pertumbuhan, perkembangan, produktivitas hingga mengakibatkan kematian. Parasit ini dapat menular kemanusia dan dapat diidentifikasi dengan melakukan uji sampel feses. Upaya pencegahan (pengobatan) yaitu dengan melakukan sanitasi/kebersihan kandang dan segala peralatan secara teratur (obat pencuci hama), dipisah dengan yang lain, divaksinasi sebelum sapi dikawinkan dan selalu waspada terhadap bibit yang baru dibeli. Lebih lanjut Syamsir menjelaskan bahwa dari28 ekor sapi (Desa Natai Sedawak 15 ekor dan Kelurahan Mendawai sebanyak  13 ekor, telah diambil sampel darah sebanyak 25 sampel, ulas darah 9 sampel dan feses sebanyak 17 sampel. (sya) ...

    Meriahkan Lebaran, PHBI Gelar Lomba Kelotok Hias

    DALAM rangka memeriahkan lebaran Idul Adha 1440 Hijriah, pihak Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Sukamara bersama Pemerintah Daerah menggelar lomba kelotok (perahu) hias di sungai Jelai. Puluhan kelotok hias dengan pelbagai pernak-pernik ambil bagian dalam kegiatan yang pertama kali digelar itu. Bupati Sukamara H. Windu Subagio yang membuka kegiatan mengatakan bahwa lomba kelotok hias selain memeriahkan Hari Raya Idul Adha sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya masyarakat dan harus dilestarikan. Umumnya masyarakat memeriahkan dengan budaya lempar air hingga tiga hari, maka tahun ini ditambah dengan lomba kelotok hias. “Kami harapkan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Antusias peserta dan masyarakat menonton cukup tinggi. Kedepan diharapkan peserta lebih banyak lagi,” harap Bupati.Sementara itu, sejumlah warga mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikan lomba kelotok hias bersama keluarga. Perlombaan itu bisa menjadi salah alternatif hiburan keluarga pada hari raya. Wargapun nampak asik menonton di sepanjang bantaran sungai, baik di wilayah Sukamara maupun Sukaramai, Kalimantan Barat.   “Lomba kelotok hias baru tahun ini dilaksanakan. Harapan masyarakat dilaksanakan setiap tahun. Ini bisa menjadi salah satu promosi wisata di kota Sukamara,” kata Wawan salah seorang warga. ...

    19 Anggota DPRD Sukamara 2019-2024 Resmi Dilantik

    SEBANYAK 19 anggota DPRD Sukamara secara resmi dilantik, Senin (19/8) di Gedung DPRD Sukamara. Pengambilan sumpah/janji jabatan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Abu Asidqi Amsya, SH. Sementara 1 anggota atas nama Tetty Indriani akan dilantik menyusul, lantaran sedang menjalani ibadah haji. Prosesi pelantikan berjalan lancar.  Bupati Sukamara, H. Windu Subagio yang membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengharapkan melalui peresmian pengangkatan menjadi momentum mengawali kinerja DPRD Kabupaten Sukamara untuk  pengabdian kepada masyarakat, dalam memberikan pelayanan dan menjaga amanah  yang telah diberikan, sekaligus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah. “Keberadaan DPRD Kabupaten Sukamara diharapkan mampu mendorong berbagai pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sukamara. Mengingat  tantangan yang dihadapi kedepan tidaklah ringan, berbagai keberhasilan yang telah dicapai harus dipertahankan dan ditingkatkan. DPRD dan kepala daerah adalah mitra dalam melaksanakan berbagai program pembangunan. Kontrol dari DPRD juga sangat diharapkan agar pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan tetap berjalan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran – yang dibacakan oleh Bupati Sukamara. Sementara itu, Ketua DPRD Sukamara, Eddy Alrusnadi, S.E menyampaikan beberapa poin hasil kegiatan DPRD Sukamara masa jabatan 2014 – 2019. Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, telah menghasilkan antara lain keputusan DPRD sebanyak 52 keputusan, meliputi persetujuan Perda, termasuk Perda Inisiatif DPRD sebanyak 22 keputusan. Persetujuan non Perda sebanyak 32 keputusan, keputusan pimpinan DPRD sebanyak 18 keputusan. “Adapun kegiatan DPRD berupa rapat-rapat tercatat rapat Badan Musyawarah DPRD sebanyak 15 kali. Rapat Badan Anggaran DPRD sebanyak 52 kali. Rapat Komisi I    sebanyak 40 kali, Komisi II sebanyak 38 kali, Komisi III  sebanyak 32 kali. Demikian pula telah melakukan fungsinya sebagai penampung aspirasi, dengan menerima kunjungan dan penyampaian aspirasi dari masyarakat,” terangnya. Sedangkan Ketua Sementara DPRD Sukamara, Deni Khaidir yang memberikan sambutan menyampaikan anggota DPRD Sukamara yang diambil sumpah/janji seyogyanya berjumlah 20 orang, namun ada 1 anggota atas nama Tetty Indriani yang berhalangan hadir dan tidak bisa mengikuti prosesi pelantikan dikarenakan yang bersangkutan sedang melaksanakan ibadah haji. Untuk itu sesuai ketentuan pasal 28 ayat (7) Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, anggota DPRD yang berhalangan mengucapkan sumpah/janji bersama-sama, mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pimpinan DPRD. “Berkaitan dengan hal tersebut, maka saudara Tetty Indriani akan melakukan pengucapan sumpah/janji setelah tiba di tanah air dan kembali ke Sukamara, yang dipandu oleh pimpinan DPRD definitif,” terangnya. ...

    Investor Lirik Budidaya Udang Vanname di Pesisir Sukamara

    Potensi perikanan wilayah pesisir Kabupaten Sukamara mulai dilirik investor luar. Salah satu investor berniat membudidayakan jenis udang vanname dan sebagai tindak lanjut dibuat pilot project budidaya udang tersebut di tambak milik Dinas Perikanan (Diskan) Sukamara. Kepala Dinas Perikanan Sukamara, Fandedi, S.Sos mengatakan bahwa ketertarikan investor untuk melaksanakan budidaya udang vanname ini berawal dari kunjungan beberapa pihak dari luar pulau diwilayah pesisir pantai dan melihat potensi yang dimiliki sangat cocok untuk budidaya udang vaname “Mereka sudah melakukan survey dan wilayah pesisir pantai Sukamara dinilai cocok untuk budidaya udang vanname ini,” terang Kepala Dinas Perikanan Sukamara Fandedi, S.Sos. Menurutnya pihak investor sudah melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat terkait uji coba yang akan dilakukan melalui program pilot project. Jika berhasil maka masyarakat bisa belajar dalam membudidayakan udang vanname tersebut. Untuk melaksanakan kegiatan itu, pihak Dinas Perikanan akan melakukan pembenahan dan penataan kolam sesuai dengan kebutuhan untuk budidaya udang vanname. Dijadwalkan akhir tahun 2019 sudah bisa panen dari kegiatan pilot project itu. “Tingkat keberhasilan tinggi karena udang vanname lebih tahan terhadap segala jenis kondisi dan dalam satu tahun bisa panen tiga sampai empat kali,” tukas Fandedi, Sos. ...

    KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 Diteken

    KEBIJAKAN Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 resmi disepakati dan ditandatangani oleh pihak pemerintah daerah bersama DPRD Sukamara, Rabu (31/7). Nilai pagu anggaran dalam kesepakatan tersebut sebesar Rp 747 Miliar lebih. “Sebelum nota kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 ini ditandatangani, telah dilaksanakan pembahasan antara Badan Anggaran Legislatif dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukamara,” jelas Wakil Bupati Sukamara, H. Ahmadi, SH saat memberikan sambutan. Dijelaskan bahwa APBD Perubahan sebagai instrumen kebijakan fiskal harus kita arahkan untuk memecahkan masalah dan menjawab isu-isu strategis yang akan kita hadapi kedepan, utamanya dalam mendekatkan tercapainya sasaran-sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). “Setelah penandatanganan nota kesepakatan ini, seluruh SKPD akan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perubahan, berdasarkan surat edaran Bupati Sukamara yang akan diterbitkan, perihal pedoman penyusunan RKA Perubahan SKPD Tahun Anggaran 2019,” tambah Wabup. ...

    Samakan Persepsi, Pemkab Gelar Rakor Pengendalian Karhutla

    Menyamakan persepsi dan strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan dari tingkat kabupaten hingga desa, maka Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula kantor Bupati Sukamara, Kamis (8/7). Kegiatan itu diikuti instansi terkait, pihak kecamatan, perangkat desa dan stakeholder terkait lainnya. “Rakor ini juga sekaligus meningkatkan sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan Karhutla serta mencari solusi yang efektif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wakil Bupati Sukamara,  H. Ahmadi, S.H yang membuka dan memimpin kegiatan. Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sukamara masih terjadi. Dalam enam bulan terakhir jumlah kebakaran tercatat 13 peristiwa. Dalam menyikapi kebakaran hutan dan lahan tersebut ada 8 aksi strategis yang harus dilakukan, yakni membentukan tim pencegahan dan kesiapsiagaan Karhutla dari desa, kelurahan, kecamatan, penyebaran spanduk larangan membakar, patroli dan sosialisasi gabungan (TNI, Polri, Satgas Karhutla Manggala Agni, masyarakat) sampai ke tingkat masyarakat desa dan kelurahan. Selaini itu, peningkatan sinergisitas penanganan karhutla dengan lembaga usaha perkebunan dan kehutanan, optimalisasi peran relawan atau organisasi relawan dalam pemadaman dini di wilayahnya, penanganan keadaan darurat karhutla tepat waktu, optimalisasi operasi darat dalam pemadaman dini, pada kebakaran hutan dan lahan dan penegakkan hukum. “Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukamara,” tandas Wabup. ...

    Pengibaran Bendera di Sukamara Berjalan Khidmat dan Lancar

    Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 digelar di Kantor Bupati Sukamara, Sabtu (17/8) berjalan lancar dan pasukan pengibar bendera sukses menjalankan tugasnya.  Melalui momen itu, Bupati Sukamara berharap agar dapat dijadikan peningkatan rasa tanggungjawab dalam melanjutkan dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan. “Upacara peringatan ini dapat dijadikan sebagai upaya mengenang kembali perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” ujar Bupati Sukamara, H. Windu Subagio. Terkait dengan tema Hari Kemerdekaan RI, SDM Unggul Indonesia Maju, Bupati menegaskan bahwa tema sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukamara yakni mengangkat SDM yang merupakan hal utama dalam membangun daerah. “SDM adalah hal paling utama, bahkan kita yakini bahwa SDM ini lebih dari SDA,” imbuh Bupati. Dalam meningkatkan SDM, lanjutnya lagi, diperlukan berbagai pelatihan dan kegiatan dalam rangka peningkatan. Kedepan perlu yang dikuatkan adalah mental serta pengabdian kepada bangsa dan negara. “Sukamara sudah mempunyai banyak SDM dan kedepan siap membentuk SDM yang unggul,” tukas Bupati. ...

    Dinas Kesehatan Optimis Capai Target BIAS 2019

    Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara dan jaringannya menggelar kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Seluruh Sekolah Dasar di Kabupaten Sukamara. BIAS merupakan kegiatan imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah. Pelaksanaan kegiatan BIAS di Kabupaten Sukamara telah dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2019 dan akan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2019. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Amir Sapiyudin, S.AP dalam keterangannya menyampaikan bahwa imunisasi lanjutan diberikan karena Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi tidak cukup untuk melindungi anak dari Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Dinas Kesehatan optimis untuk mencapai target BIAS di Bulan Agustus 2019. “Kegiatan BIAS ini dilaksanakan di 51 Sekolah Dasar atau sederajat yang berada di Kabupaten Sukamara. Saat ini kegiatan BIAS terus berjalan dan sudah dilaksanakan di hampir 90%  sekolah dasar di Kabupaten Sukamara. Sehingga di AkhirAgustus nanti kami optimis akan capai target 95%,” tutur Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Amir Sapiyudin, S.AP. Selain itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Amir Sapiyudin, S.AP dalam keterangannya juga menambahkan bahwa Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Ag0ustus dan bulan November. “Pada bulan Agustus sasaran imunisasi adalah siswa-siswi kelas 1 SD dan jenis vaksin yang diberikan adalah Measles-Rubella, sedangkan pada bulan November sasaran imunisasi adalah siswa-siswi kelas 1,2 dan 5 SD  dan jenis vaksin yang diberikan adalah DT dan TD untuk mencegah penyakit difteri dan tetanus”, ujar beliau. ...

    Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban ke Penjual Hewan Kurban

    Sukamara (07/08), Kepala DKPP Kab. Sukamara Ir. Irlan Khodriansyah melalui Kabid Peternakan Syamsir Hidayat, S.Pi menyatakan bahwa telah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban yang dilakukan 30 orang Petugas Pemeriksa Hewan Kurban yang ada di Kabupaten Sukamara. Ada 13 tempat penjual hewan kurban berupa sapi, dan kambing yg telah diperiksa oleh petugas Hewan-hewan yang telah diperiksa kita keluarkan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) ujar Syamsir. Dari hasil pemeriksaan sebanyak 62 ekor sapi dan 49 ekor kambing dinyatakan sehat dan layak untuk dipotong pada saat Hari Raya Kurban. Adapun ciri-ciri hewan sehat kepala tegak dan sigap, mata bening, hidung basah dan tidak mengeluarkan ludah berlebihan, kotoran padat dan tidak mengeluarkan berdarah, warna kencing kuning-jerami, tidak menampakkan masalah dalam bergerak, bernapas normal dan tidak mengeluarkan suara, berinteraksi dengan lingkungan, selaput lendir, mata, hidung, gusi, anus dan alat kelamin berwarna merah muda cerah, tidak pucat, tidak bersuara, tidak kejang-kejang, punggung tidak melengkung keatas/kebawah dan tidak adanya tanda-tanda kesakitan, abses, luka, memar dan patah tulang. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati apakah hewan ada tanda-tanda kesakitan, luka memar, patah tulang, pengamatan lendir mata, hidung, gusi, anus dan alat kelamin. Kepada pembeli dan penjual hewan Kurban Syamsir berpesan “Agar memiliki SKKH”. ...

    Pemeriksaan Ante Mortem & Post Mortem Hewan Qurban

    Sukamara (11/8), Kabid Peternakan Sukamara Syamsir Hidayat, S.Pi menyatakan bahwa ada 26 titik potong Hewan Qurban (Masjid, Surau, Mushola dan Perorangan), dimana untuk sementara total hewan qurban di Kabupaten Sukamara berjumlah 103 ekor dimana sapi berjumlah 93 dan kambing 10 ekor. Kami telah melakukan pemeriksaan Ante Mortem di kandang penjual dan kandang penampungan. Pemeriksaan hewan yang masih hidup yang berada di kandang penjual dan di kandang penampungan lokasi penyembelihan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan serta untuk memantau kesehatan dan kesejahteraan hewan, lokasi pemotongan serta untuk menerima hewan kurban. Selain pemeriksaan Ante Mortem juga pada hari ini dilakukan pemeriksaan Post Mortem yaitu pemeriksaan pasca mati/setelah pemotongan dimana dilakukan pemeriksaan kesehatan pada organ/jeroan dan karkas/daging setelah hewan disembelih dengan tujuan mendeteksi dan mengeleminasi kelainan pada daging dan jeroan, meneguhkan diagnosa ante mortem dan menghasilkan daging dan jeroan yang aman dan layak dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan pada kepala, jantung, ati, paru-paru, ginjal, limpa dan karkas. Ada beberapa tip penanganan daging Qurban bagi masyarakat :Segera dimasak/diolah, jika ada yg kotor segera dicuci bersih sebelum dimasak. Disimpan dilemari pendingin, jika didalam wadah tertutup maksimum 3 hari, setelah dibersihkan, bekas air dikeringkan dengan tisue makan. Jika akan dibekukan, daging dipotong sesuai kebutuhan pemakaian maksimum 3 bulan. Pisahkan daging dengan jeroan.5. Daging yang telah di freezer sebelum dimasak sebaiknya dicairkan dulu dengan cara masukkan dilemari pendingin kurang lebih 24 jam, direndam/dialiri air mengalir atau masukkan ke microve. ...

    Peringati Hari Anak Digelar Lomba Kreatifitas Pelajar SD dan SMP

    Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019, maka Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMDPP-PA) Sukamara menggelar berbagai lomba kreatifitas bagi para pelajar tingkat SD dan SMP, Selasa (30/7) di Halaman Kantor Dinsos PMDPP-PA Sukamara. Kepala Dinsos PMDPP-PA Sukamara, Drs. Aji Nugraha, MM melalui Sekretaris Dinsos PMDPP-PA Sukamara, Sutiyono, S.P mengatakan bahwa melalui momentum HAN 2019 diharapkan peran orang tua untuk dapat menumbuhkembangkan potensi anak sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan yang dimiliki. Orang tua berperan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, menghargai pendapat dan mencegah kekerasan terhadap anak serta menanamkan nilai nilai akhlak mulia. Menurutnya, apabila orang tua dapat memberikan peran tersebut maka semua pihak dapat mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh dan mandiri serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sesua dengan harapan yang dicita-citakan bersama. “Anak- anak perlu dibekali dengan keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur dan bertaqwa,” ujar Sutiyono, S.P. Peringatan HAN 2019 ini juga merupakan momentum yang mengemban visi dan misi penting, strategis dan monumental dalam upaya meningkatkan hak azasi dan kehormatan terhadap anak-anak di Indonesia. Selain itu juga meningkatkan kesadaran seluruh komponen masyarakat bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa. “Melalui kegiatan ini kami berharap bisa meningkatkan semangat serta menambah pengetahuan dan kemampuan mereka,” tukasnya. ...

    Bupati Keluarkan Instruksi Percepat Penyusunan APBDes

    Pemerintah Kabupaten  Sukamara melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMDPP-PA) Sukamara menggelar rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Kamis (25/7). Dalam kegiatan itu disampaikan instruksi Bupati Sukamara Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2019. Ada beberapa poin dalam instruksi tersebut yang wajib dilaksanakan oleh pihak kecamatan. Diantaranya memerintahkan desa untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Desa Tahun 2020 melalui musyawarah desa. Memerintahkan kepala desa untuk membentuk Tim Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2020 dengan Keputusan Kepala Desa. “Menginformasikan kepada desa untuk melakukan pencermatan pagu indikatif dan penyelarasan program kegiatan yang masuk ke desa yang dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa paling lambat Juli 2019,” terang Kepala Dinsos PMDPP-PA Sukamara, Drs. Aji Nugraha, MM saat menyampaikan instruksi tersebut. Selain itu, memfasilitasi desa dalam menyusun rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2020 mulai Juli sebagaimana Pasal 118 Ayat (5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Memastikan Desa dalam menyusun Daftar Usulan (DU) Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2020 harus disesuaikan dengan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Kewenangan Desa. “Selain itu memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan desa yang diadakan untuk membahas dan menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa dengan wajib mengikutsertakan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, perwakilan kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok perajin, kelompok perempuan dan kelompok pemerhati dan perlindungan anak,” tambah Drs. Aji Nugraha, MM. Ditambahkan pihak kecamatan juga diminta memastikan desa dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa agar melibatkan dan mengikutsertakan pendamping profesional, tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping lokal desa Kabupaten Sukamara. Memerintahkan kepada desa untuk membuat berita acara tentang hasil penvusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa oleh Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa. “Memastikan desa untuk penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa paling lambat akhir bulan September 2019 dengan Peraturan Desa. Memastikan desa untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya kegiatan fisik setelah Rencana Kerja Pemerintah Desa ditetapkan. Memfasilitasi dan memastikan desa agar segera menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun 2020 mulai Oktober 2019 serta paling lambat pada tanggal 31 Desember 2019 Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sudah ditetapkan,” urainya. ...

    MoU KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 Diteken

    Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 resmi disepakati dan ditandatangani oleh pihak pemerintah daerah bersama DPRD Sukamara. “Sebelum nota kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 ini ditandatangani, telah dilaksanakan pembahasan antara Badan Anggaran Legislatif dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukamara,” jelas Wakil Bupati Sukamara, H. Ahmadi, S.H saat memberikan sambutan. Dijelaskan bahwa APBD Perubahan sebagai instrumen kebijakan fiskal harus kita arahkan untuk memecahkan masalah dan menjawab isu-isu strategis yang akan kita hadapi kedepan, utamanya dalam mendekatkan tercapainya sasaran-sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). “Setelah penandatanganan nota kesepakatan ini, seluruh SKPD akan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perubahan, berdasarkan surat edaran Bupati Sukamara yang akan diterbitkan, perihal pedoman penyusunan RKA Perubahan SKPD Tahun Anggaran 2019,” tambahnya. Dirinya berharap, penyusunan RKA Perubahan SKPD tidak akan memakan waktu yang terlalu lama, agar dapat segera menyampaikan rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 kepada DPRD Kabupaten Sukamara untuk dibahas. ...

    DKPP Sukamara Salurkan Hibah65 Ekor Sapi Bali

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sukamara melalui Kepala Bidang Peternakan Syamsir Hidayat, S.Pi., M.Si mengatakan “Tujuan dan sasaran disalurkannya bantuan ternak sapi bali ini adalah agar terlaksananya bantuan sapi ke masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, meningkatnya populasi dan produksi, meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan peternak serta tumbuhnya kelompok usaha peternakan rakyat ”.   Pada tahun ini DKPP telah menyalurkan bantuan ternak sapi bali sebanyak 65 ekor untuk 9 kelompok yaitu Kelompok Peternak SehatiKelurahan Padang5 ekor, Maju BersamaKelurahan Mendawai9 ekor,Bersaudara Desa Sungai Pasir10 ekor, Pasir Putih Desa Sungai Pasir 9 ekor, Maju Bersama Desa Sungai Cabang Barat 9 ekor, Cemara Desa Sungai Raja 9 ekor, Putra Bahari Kelurahan Kuala Jelai 4 ekor, Pulau Nibung Desa Pulai Nibung 6 ekor dan Pulau Nibung 1 DesaPulau Nibung sebanyak 4 ekor terang Syamsir.   Syamsir menjelaskan bahwa telah ada surat perjanjian Hibah antara kadis dengan kelompok penerima bantuan sapi bali untuk pengembangan pembibitan ternak melalui kelompok tahun 2019 dan ini ada petunjuk teknisnya, dimana kelompok berkewajiban untukmemanfaatkan hibah, membuat kandang yang layak, memelihara ternak dengan baik dalam kandang bersama/kandang koloni/kandang terpisah, memiliki Hijauan Pakan Ternak (HPT), memberikan pakan harian, tidak menjual dan memindahtangankan kepada pihak lain sebelum beranak sebanyak 2 kali serta membuat dan menyampaikan laporan.  Sapi yang baru datang langsung diperiksa oleh dokter hewan kemudian dikarantina selama 7 hari dan sudah dinyatakan sehat dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sehingga sapi sudahbisa dibagikan ke kelompok. ...

    Informasi Serta Merta

    Kegiatan Kepala SKPD & Camat

    DKPP Sukamara Pengambilan Sampel Darah Sapi

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui Kepala Bidang Peternakan Syamsir Hidayat, S.Pi., M.Si disela-sela aktifitasnya mengatakan “Pengambilan sampel darah sapi bertujuan untuk mengetahui tingkat kadar suatu zat yang terkandung dalam darah ternak”, dalam hal ini untuk memeriksa penyakit Brucellosis, parasit darah dan parasit cacing pada sapi. Pemeriksaan darah sapi ini dilaksanakan kerjasama antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sukamara dalam rangka untuk mencegah adanya Brucellosis (keguguran menular), adalah penyakit keguguran menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri Brucellaabortus yang menyerang sapi, domba, kambing, babi dan hewan atau ternak lainnya, dimana gejalanya tidak menyolok, biasa dan tidak menimbulkan perubahan klinis.  Pada sapi jantan scrotum bengkak, nafsu makan turun dan demam, sedangkan pada sapi betina biasanya menyebabkan terjadinya keguguran saat bunting (anaknya mati dan berwarna biru kecoklatan, jika hidup pun sangat lemah tak berkembang), dimana ambing dan alat kelamin terkadang bengkak. Adapun penularan (penyebarannya) melalui kontak langsung, yakni pada saat terjadinya perkawinan dengan pejantan yang tampak sehat tetapi membawa penyakit, melalui pakan dan air minum yang ditulari oleh janin yang digugurkan serta melalui luka. Dimana penyakit ini bersifat zoonosis artinya dapat menular dari hewan ke manusia tambahnya. Pada kesempatan tersebut  juga dilakukan pemeriksaan parasit darah yang merupakan masalah kesehatan karena dapat menimbulkan kerugian ekonomi, pertumbuhan terhambat, berat badan, daya kerja dan reproduksi terjadi penurunan. Dimana jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian terutama pada ternak muda. Perlu dilakukan pemeriksaan dilaboratorium dan hasilnya nanti sangat berguna bagi peternak dan masyarakat untuk dilakukan pencegahan, pengobatan dan pemberantasannya. Adapun parasit cacing dapat menyebabkan  penyakit cacingan (Helminthiasis) bagi ternak. Dimana dampaknya berupa penurunan pertumbuhan, perkembangan, produktivitas hingga mengakibatkan kematian. Parasit ini dapat menular kemanusia dan dapat diidentifikasi dengan melakukan uji sampel feses. Upaya pencegahan (pengobatan) yaitu dengan melakukan sanitasi/kebersihan kandang dan segala peralatan secara teratur (obat pencuci hama), dipisah dengan yang lain, divaksinasi sebelum sapi dikawinkan dan selalu waspada terhadap bibit yang baru dibeli. Lebih lanjut Syamsir menjelaskan bahwa dari28 ekor sapi (Desa Natai Sedawak 15 ekor dan Kelurahan Mendawai sebanyak  13 ekor, telah diambil sampel darah sebanyak 25 sampel, ulas darah 9 sampel dan feses sebanyak 17 sampel. (sya) ...

    Meriahkan Lebaran, PHBI Gelar Lomba Kelotok Hias

    DALAM rangka memeriahkan lebaran Idul Adha 1440 Hijriah, pihak Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Sukamara bersama Pemerintah Daerah menggelar lomba kelotok (perahu) hias di sungai Jelai. Puluhan kelotok hias dengan pelbagai pernak-pernik ambil bagian dalam kegiatan yang pertama kali digelar itu. Bupati Sukamara H. Windu Subagio yang membuka kegiatan mengatakan bahwa lomba kelotok hias selain memeriahkan Hari Raya Idul Adha sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya masyarakat dan harus dilestarikan. Umumnya masyarakat memeriahkan dengan budaya lempar air hingga tiga hari, maka tahun ini ditambah dengan lomba kelotok hias. “Kami harapkan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Antusias peserta dan masyarakat menonton cukup tinggi. Kedepan diharapkan peserta lebih banyak lagi,” harap Bupati.Sementara itu, sejumlah warga mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikan lomba kelotok hias bersama keluarga. Perlombaan itu bisa menjadi salah alternatif hiburan keluarga pada hari raya. Wargapun nampak asik menonton di sepanjang bantaran sungai, baik di wilayah Sukamara maupun Sukaramai, Kalimantan Barat.   “Lomba kelotok hias baru tahun ini dilaksanakan. Harapan masyarakat dilaksanakan setiap tahun. Ini bisa menjadi salah satu promosi wisata di kota Sukamara,” kata Wawan salah seorang warga. ...

    19 Anggota DPRD Sukamara 2019-2024 Resmi Dilantik

    SEBANYAK 19 anggota DPRD Sukamara secara resmi dilantik, Senin (19/8) di Gedung DPRD Sukamara. Pengambilan sumpah/janji jabatan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Abu Asidqi Amsya, SH. Sementara 1 anggota atas nama Tetty Indriani akan dilantik menyusul, lantaran sedang menjalani ibadah haji. Prosesi pelantikan berjalan lancar.  Bupati Sukamara, H. Windu Subagio yang membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengharapkan melalui peresmian pengangkatan menjadi momentum mengawali kinerja DPRD Kabupaten Sukamara untuk  pengabdian kepada masyarakat, dalam memberikan pelayanan dan menjaga amanah  yang telah diberikan, sekaligus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah. “Keberadaan DPRD Kabupaten Sukamara diharapkan mampu mendorong berbagai pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sukamara. Mengingat  tantangan yang dihadapi kedepan tidaklah ringan, berbagai keberhasilan yang telah dicapai harus dipertahankan dan ditingkatkan. DPRD dan kepala daerah adalah mitra dalam melaksanakan berbagai program pembangunan. Kontrol dari DPRD juga sangat diharapkan agar pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan tetap berjalan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran – yang dibacakan oleh Bupati Sukamara. Sementara itu, Ketua DPRD Sukamara, Eddy Alrusnadi, S.E menyampaikan beberapa poin hasil kegiatan DPRD Sukamara masa jabatan 2014 – 2019. Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, telah menghasilkan antara lain keputusan DPRD sebanyak 52 keputusan, meliputi persetujuan Perda, termasuk Perda Inisiatif DPRD sebanyak 22 keputusan. Persetujuan non Perda sebanyak 32 keputusan, keputusan pimpinan DPRD sebanyak 18 keputusan. “Adapun kegiatan DPRD berupa rapat-rapat tercatat rapat Badan Musyawarah DPRD sebanyak 15 kali. Rapat Badan Anggaran DPRD sebanyak 52 kali. Rapat Komisi I    sebanyak 40 kali, Komisi II sebanyak 38 kali, Komisi III  sebanyak 32 kali. Demikian pula telah melakukan fungsinya sebagai penampung aspirasi, dengan menerima kunjungan dan penyampaian aspirasi dari masyarakat,” terangnya. Sedangkan Ketua Sementara DPRD Sukamara, Deni Khaidir yang memberikan sambutan menyampaikan anggota DPRD Sukamara yang diambil sumpah/janji seyogyanya berjumlah 20 orang, namun ada 1 anggota atas nama Tetty Indriani yang berhalangan hadir dan tidak bisa mengikuti prosesi pelantikan dikarenakan yang bersangkutan sedang melaksanakan ibadah haji. Untuk itu sesuai ketentuan pasal 28 ayat (7) Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, anggota DPRD yang berhalangan mengucapkan sumpah/janji bersama-sama, mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pimpinan DPRD. “Berkaitan dengan hal tersebut, maka saudara Tetty Indriani akan melakukan pengucapan sumpah/janji setelah tiba di tanah air dan kembali ke Sukamara, yang dipandu oleh pimpinan DPRD definitif,” terangnya. ...

    Investor Lirik Budidaya Udang Vanname di Pesisir Sukamara

    Potensi perikanan wilayah pesisir Kabupaten Sukamara mulai dilirik investor luar. Salah satu investor berniat membudidayakan jenis udang vanname dan sebagai tindak lanjut dibuat pilot project budidaya udang tersebut di tambak milik Dinas Perikanan (Diskan) Sukamara. Kepala Dinas Perikanan Sukamara, Fandedi, S.Sos mengatakan bahwa ketertarikan investor untuk melaksanakan budidaya udang vanname ini berawal dari kunjungan beberapa pihak dari luar pulau diwilayah pesisir pantai dan melihat potensi yang dimiliki sangat cocok untuk budidaya udang vaname “Mereka sudah melakukan survey dan wilayah pesisir pantai Sukamara dinilai cocok untuk budidaya udang vanname ini,” terang Kepala Dinas Perikanan Sukamara Fandedi, S.Sos. Menurutnya pihak investor sudah melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat terkait uji coba yang akan dilakukan melalui program pilot project. Jika berhasil maka masyarakat bisa belajar dalam membudidayakan udang vanname tersebut. Untuk melaksanakan kegiatan itu, pihak Dinas Perikanan akan melakukan pembenahan dan penataan kolam sesuai dengan kebutuhan untuk budidaya udang vanname. Dijadwalkan akhir tahun 2019 sudah bisa panen dari kegiatan pilot project itu. “Tingkat keberhasilan tinggi karena udang vanname lebih tahan terhadap segala jenis kondisi dan dalam satu tahun bisa panen tiga sampai empat kali,” tukas Fandedi, Sos. ...

    KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 Diteken

    KEBIJAKAN Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 resmi disepakati dan ditandatangani oleh pihak pemerintah daerah bersama DPRD Sukamara, Rabu (31/7). Nilai pagu anggaran dalam kesepakatan tersebut sebesar Rp 747 Miliar lebih. “Sebelum nota kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 ini ditandatangani, telah dilaksanakan pembahasan antara Badan Anggaran Legislatif dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukamara,” jelas Wakil Bupati Sukamara, H. Ahmadi, SH saat memberikan sambutan. Dijelaskan bahwa APBD Perubahan sebagai instrumen kebijakan fiskal harus kita arahkan untuk memecahkan masalah dan menjawab isu-isu strategis yang akan kita hadapi kedepan, utamanya dalam mendekatkan tercapainya sasaran-sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). “Setelah penandatanganan nota kesepakatan ini, seluruh SKPD akan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perubahan, berdasarkan surat edaran Bupati Sukamara yang akan diterbitkan, perihal pedoman penyusunan RKA Perubahan SKPD Tahun Anggaran 2019,” tambah Wabup. ...

    Samakan Persepsi, Pemkab Gelar Rakor Pengendalian Karhutla

    Menyamakan persepsi dan strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan dari tingkat kabupaten hingga desa, maka Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula kantor Bupati Sukamara, Kamis (8/7). Kegiatan itu diikuti instansi terkait, pihak kecamatan, perangkat desa dan stakeholder terkait lainnya. “Rakor ini juga sekaligus meningkatkan sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan Karhutla serta mencari solusi yang efektif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wakil Bupati Sukamara,  H. Ahmadi, S.H yang membuka dan memimpin kegiatan. Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sukamara masih terjadi. Dalam enam bulan terakhir jumlah kebakaran tercatat 13 peristiwa. Dalam menyikapi kebakaran hutan dan lahan tersebut ada 8 aksi strategis yang harus dilakukan, yakni membentukan tim pencegahan dan kesiapsiagaan Karhutla dari desa, kelurahan, kecamatan, penyebaran spanduk larangan membakar, patroli dan sosialisasi gabungan (TNI, Polri, Satgas Karhutla Manggala Agni, masyarakat) sampai ke tingkat masyarakat desa dan kelurahan. Selaini itu, peningkatan sinergisitas penanganan karhutla dengan lembaga usaha perkebunan dan kehutanan, optimalisasi peran relawan atau organisasi relawan dalam pemadaman dini di wilayahnya, penanganan keadaan darurat karhutla tepat waktu, optimalisasi operasi darat dalam pemadaman dini, pada kebakaran hutan dan lahan dan penegakkan hukum. “Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukamara,” tandas Wabup. ...

    Pengibaran Bendera di Sukamara Berjalan Khidmat dan Lancar

    Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 digelar di Kantor Bupati Sukamara, Sabtu (17/8) berjalan lancar dan pasukan pengibar bendera sukses menjalankan tugasnya.  Melalui momen itu, Bupati Sukamara berharap agar dapat dijadikan peningkatan rasa tanggungjawab dalam melanjutkan dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan. “Upacara peringatan ini dapat dijadikan sebagai upaya mengenang kembali perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” ujar Bupati Sukamara, H. Windu Subagio. Terkait dengan tema Hari Kemerdekaan RI, SDM Unggul Indonesia Maju, Bupati menegaskan bahwa tema sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukamara yakni mengangkat SDM yang merupakan hal utama dalam membangun daerah. “SDM adalah hal paling utama, bahkan kita yakini bahwa SDM ini lebih dari SDA,” imbuh Bupati. Dalam meningkatkan SDM, lanjutnya lagi, diperlukan berbagai pelatihan dan kegiatan dalam rangka peningkatan. Kedepan perlu yang dikuatkan adalah mental serta pengabdian kepada bangsa dan negara. “Sukamara sudah mempunyai banyak SDM dan kedepan siap membentuk SDM yang unggul,” tukas Bupati. ...

    Dinas Kesehatan Optimis Capai Target BIAS 2019

    Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara dan jaringannya menggelar kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Seluruh Sekolah Dasar di Kabupaten Sukamara. BIAS merupakan kegiatan imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah. Pelaksanaan kegiatan BIAS di Kabupaten Sukamara telah dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2019 dan akan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2019. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Amir Sapiyudin, S.AP dalam keterangannya menyampaikan bahwa imunisasi lanjutan diberikan karena Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi tidak cukup untuk melindungi anak dari Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Dinas Kesehatan optimis untuk mencapai target BIAS di Bulan Agustus 2019. “Kegiatan BIAS ini dilaksanakan di 51 Sekolah Dasar atau sederajat yang berada di Kabupaten Sukamara. Saat ini kegiatan BIAS terus berjalan dan sudah dilaksanakan di hampir 90%  sekolah dasar di Kabupaten Sukamara. Sehingga di AkhirAgustus nanti kami optimis akan capai target 95%,” tutur Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Amir Sapiyudin, S.AP. Selain itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Amir Sapiyudin, S.AP dalam keterangannya juga menambahkan bahwa Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Ag0ustus dan bulan November. “Pada bulan Agustus sasaran imunisasi adalah siswa-siswi kelas 1 SD dan jenis vaksin yang diberikan adalah Measles-Rubella, sedangkan pada bulan November sasaran imunisasi adalah siswa-siswi kelas 1,2 dan 5 SD  dan jenis vaksin yang diberikan adalah DT dan TD untuk mencegah penyakit difteri dan tetanus”, ujar beliau. ...

    Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban ke Penjual Hewan Kurban

    Sukamara (07/08), Kepala DKPP Kab. Sukamara Ir. Irlan Khodriansyah melalui Kabid Peternakan Syamsir Hidayat, S.Pi menyatakan bahwa telah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban yang dilakukan 30 orang Petugas Pemeriksa Hewan Kurban yang ada di Kabupaten Sukamara. Ada 13 tempat penjual hewan kurban berupa sapi, dan kambing yg telah diperiksa oleh petugas Hewan-hewan yang telah diperiksa kita keluarkan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) ujar Syamsir. Dari hasil pemeriksaan sebanyak 62 ekor sapi dan 49 ekor kambing dinyatakan sehat dan layak untuk dipotong pada saat Hari Raya Kurban. Adapun ciri-ciri hewan sehat kepala tegak dan sigap, mata bening, hidung basah dan tidak mengeluarkan ludah berlebihan, kotoran padat dan tidak mengeluarkan berdarah, warna kencing kuning-jerami, tidak menampakkan masalah dalam bergerak, bernapas normal dan tidak mengeluarkan suara, berinteraksi dengan lingkungan, selaput lendir, mata, hidung, gusi, anus dan alat kelamin berwarna merah muda cerah, tidak pucat, tidak bersuara, tidak kejang-kejang, punggung tidak melengkung keatas/kebawah dan tidak adanya tanda-tanda kesakitan, abses, luka, memar dan patah tulang. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati apakah hewan ada tanda-tanda kesakitan, luka memar, patah tulang, pengamatan lendir mata, hidung, gusi, anus dan alat kelamin. Kepada pembeli dan penjual hewan Kurban Syamsir berpesan “Agar memiliki SKKH”. ...

    Pemeriksaan Ante Mortem & Post Mortem Hewan Qurban

    Sukamara (11/8), Kabid Peternakan Sukamara Syamsir Hidayat, S.Pi menyatakan bahwa ada 26 titik potong Hewan Qurban (Masjid, Surau, Mushola dan Perorangan), dimana untuk sementara total hewan qurban di Kabupaten Sukamara berjumlah 103 ekor dimana sapi berjumlah 93 dan kambing 10 ekor. Kami telah melakukan pemeriksaan Ante Mortem di kandang penjual dan kandang penampungan. Pemeriksaan hewan yang masih hidup yang berada di kandang penjual dan di kandang penampungan lokasi penyembelihan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan serta untuk memantau kesehatan dan kesejahteraan hewan, lokasi pemotongan serta untuk menerima hewan kurban. Selain pemeriksaan Ante Mortem juga pada hari ini dilakukan pemeriksaan Post Mortem yaitu pemeriksaan pasca mati/setelah pemotongan dimana dilakukan pemeriksaan kesehatan pada organ/jeroan dan karkas/daging setelah hewan disembelih dengan tujuan mendeteksi dan mengeleminasi kelainan pada daging dan jeroan, meneguhkan diagnosa ante mortem dan menghasilkan daging dan jeroan yang aman dan layak dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan pada kepala, jantung, ati, paru-paru, ginjal, limpa dan karkas. Ada beberapa tip penanganan daging Qurban bagi masyarakat :Segera dimasak/diolah, jika ada yg kotor segera dicuci bersih sebelum dimasak. Disimpan dilemari pendingin, jika didalam wadah tertutup maksimum 3 hari, setelah dibersihkan, bekas air dikeringkan dengan tisue makan. Jika akan dibekukan, daging dipotong sesuai kebutuhan pemakaian maksimum 3 bulan. Pisahkan daging dengan jeroan.5. Daging yang telah di freezer sebelum dimasak sebaiknya dicairkan dulu dengan cara masukkan dilemari pendingin kurang lebih 24 jam, direndam/dialiri air mengalir atau masukkan ke microve. ...

    Peringati Hari Anak Digelar Lomba Kreatifitas Pelajar SD dan SMP

    Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019, maka Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMDPP-PA) Sukamara menggelar berbagai lomba kreatifitas bagi para pelajar tingkat SD dan SMP, Selasa (30/7) di Halaman Kantor Dinsos PMDPP-PA Sukamara. Kepala Dinsos PMDPP-PA Sukamara, Drs. Aji Nugraha, MM melalui Sekretaris Dinsos PMDPP-PA Sukamara, Sutiyono, S.P mengatakan bahwa melalui momentum HAN 2019 diharapkan peran orang tua untuk dapat menumbuhkembangkan potensi anak sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan yang dimiliki. Orang tua berperan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, menghargai pendapat dan mencegah kekerasan terhadap anak serta menanamkan nilai nilai akhlak mulia. Menurutnya, apabila orang tua dapat memberikan peran tersebut maka semua pihak dapat mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh dan mandiri serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sesua dengan harapan yang dicita-citakan bersama. “Anak- anak perlu dibekali dengan keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur dan bertaqwa,” ujar Sutiyono, S.P. Peringatan HAN 2019 ini juga merupakan momentum yang mengemban visi dan misi penting, strategis dan monumental dalam upaya meningkatkan hak azasi dan kehormatan terhadap anak-anak di Indonesia. Selain itu juga meningkatkan kesadaran seluruh komponen masyarakat bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa. “Melalui kegiatan ini kami berharap bisa meningkatkan semangat serta menambah pengetahuan dan kemampuan mereka,” tukasnya. ...

    Bupati Keluarkan Instruksi Percepat Penyusunan APBDes

    Pemerintah Kabupaten  Sukamara melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMDPP-PA) Sukamara menggelar rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Kamis (25/7). Dalam kegiatan itu disampaikan instruksi Bupati Sukamara Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2019. Ada beberapa poin dalam instruksi tersebut yang wajib dilaksanakan oleh pihak kecamatan. Diantaranya memerintahkan desa untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Desa Tahun 2020 melalui musyawarah desa. Memerintahkan kepala desa untuk membentuk Tim Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2020 dengan Keputusan Kepala Desa. “Menginformasikan kepada desa untuk melakukan pencermatan pagu indikatif dan penyelarasan program kegiatan yang masuk ke desa yang dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa paling lambat Juli 2019,” terang Kepala Dinsos PMDPP-PA Sukamara, Drs. Aji Nugraha, MM saat menyampaikan instruksi tersebut. Selain itu, memfasilitasi desa dalam menyusun rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2020 mulai Juli sebagaimana Pasal 118 Ayat (5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Memastikan Desa dalam menyusun Daftar Usulan (DU) Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2020 harus disesuaikan dengan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Kewenangan Desa. “Selain itu memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan desa yang diadakan untuk membahas dan menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa dengan wajib mengikutsertakan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, perwakilan kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok perajin, kelompok perempuan dan kelompok pemerhati dan perlindungan anak,” tambah Drs. Aji Nugraha, MM. Ditambahkan pihak kecamatan juga diminta memastikan desa dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa agar melibatkan dan mengikutsertakan pendamping profesional, tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping lokal desa Kabupaten Sukamara. Memerintahkan kepada desa untuk membuat berita acara tentang hasil penvusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa oleh Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa. “Memastikan desa untuk penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa paling lambat akhir bulan September 2019 dengan Peraturan Desa. Memastikan desa untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya kegiatan fisik setelah Rencana Kerja Pemerintah Desa ditetapkan. Memfasilitasi dan memastikan desa agar segera menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun 2020 mulai Oktober 2019 serta paling lambat pada tanggal 31 Desember 2019 Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sudah ditetapkan,” urainya. ...

    MoU KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 Diteken

    Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 resmi disepakati dan ditandatangani oleh pihak pemerintah daerah bersama DPRD Sukamara. “Sebelum nota kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 ini ditandatangani, telah dilaksanakan pembahasan antara Badan Anggaran Legislatif dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukamara,” jelas Wakil Bupati Sukamara, H. Ahmadi, S.H saat memberikan sambutan. Dijelaskan bahwa APBD Perubahan sebagai instrumen kebijakan fiskal harus kita arahkan untuk memecahkan masalah dan menjawab isu-isu strategis yang akan kita hadapi kedepan, utamanya dalam mendekatkan tercapainya sasaran-sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). “Setelah penandatanganan nota kesepakatan ini, seluruh SKPD akan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perubahan, berdasarkan surat edaran Bupati Sukamara yang akan diterbitkan, perihal pedoman penyusunan RKA Perubahan SKPD Tahun Anggaran 2019,” tambahnya. Dirinya berharap, penyusunan RKA Perubahan SKPD tidak akan memakan waktu yang terlalu lama, agar dapat segera menyampaikan rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 kepada DPRD Kabupaten Sukamara untuk dibahas. ...

    DKPP Sukamara Salurkan Hibah65 Ekor Sapi Bali

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sukamara melalui Kepala Bidang Peternakan Syamsir Hidayat, S.Pi., M.Si mengatakan “Tujuan dan sasaran disalurkannya bantuan ternak sapi bali ini adalah agar terlaksananya bantuan sapi ke masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, meningkatnya populasi dan produksi, meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan peternak serta tumbuhnya kelompok usaha peternakan rakyat ”.   Pada tahun ini DKPP telah menyalurkan bantuan ternak sapi bali sebanyak 65 ekor untuk 9 kelompok yaitu Kelompok Peternak SehatiKelurahan Padang5 ekor, Maju BersamaKelurahan Mendawai9 ekor,Bersaudara Desa Sungai Pasir10 ekor, Pasir Putih Desa Sungai Pasir 9 ekor, Maju Bersama Desa Sungai Cabang Barat 9 ekor, Cemara Desa Sungai Raja 9 ekor, Putra Bahari Kelurahan Kuala Jelai 4 ekor, Pulau Nibung Desa Pulai Nibung 6 ekor dan Pulau Nibung 1 DesaPulau Nibung sebanyak 4 ekor terang Syamsir.   Syamsir menjelaskan bahwa telah ada surat perjanjian Hibah antara kadis dengan kelompok penerima bantuan sapi bali untuk pengembangan pembibitan ternak melalui kelompok tahun 2019 dan ini ada petunjuk teknisnya, dimana kelompok berkewajiban untukmemanfaatkan hibah, membuat kandang yang layak, memelihara ternak dengan baik dalam kandang bersama/kandang koloni/kandang terpisah, memiliki Hijauan Pakan Ternak (HPT), memberikan pakan harian, tidak menjual dan memindahtangankan kepada pihak lain sebelum beranak sebanyak 2 kali serta membuat dan menyampaikan laporan.  Sapi yang baru datang langsung diperiksa oleh dokter hewan kemudian dikarantina selama 7 hari dan sudah dinyatakan sehat dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sehingga sapi sudahbisa dibagikan ke kelompok. ...

    Bursa Inovasi Desa Wahana Pertukaran Inovasi

    BURSA Inovasi Desa digelar di Desa Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci, Selasa (9/7).  Bursa Inovasi Desa (BID) sebagai sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa sekaligus sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa. Bupati Sukamara H. Windu Subagio dalam sambutannya menegakan bahwa salah satu tahapan pokok PID adalah pelaksanaan Bursa Inovasi Desa (BID) sebagai sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa – desa sekaligus sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa. PID merupakan inovasi atau pembaharuan dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan. inovasi ini dipetik dari realitas atau hasil kerja desa-desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan yang didayagunakan sebagai pengetahuan untuk ditularkan secara meluas. “Pada tahun anggaran 2019 BID dilaksanakan setiap kecamatan dan atau klaster beberapa kecamatan dan merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Pengetahuan Dan Inovasi Desa (PPID) mulai dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan desa,” tegas Bupati Sukamara. Pelaksanaan BID diharapkan agar pemangku kepentingan mengetahui kebijakan-kebijakan tersebut, kegiatan-kegiatan yang dijalankan termasuk komponen PPID dan P2KTD, serta para pelaku program, terbangunnya dukungan dan kerjasama dari pemangku kepentingan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraannya. ...


    SUB DOMAIN


    error: Content is protected !!