Peringatan Hari Ozon Sedunia di Hutan Kota Pinang Merah Sukamara

    Peringatan Hari Ozon Sedunia tanggal 16 September. Banyak dari kita tidak menyadari arti penting peringatan ozone ini, tentu saja tidak hanya memperingatinya, melainkan jeli membeli perkakas ramah ozone.

    Mengapa perlu adanya peringatan hari ozon sedunia untuk selalu mengingatkan kepedulian masyarakat internasional tentang lapisan pelindungi bumi tersebut.

    Tapi seiring dengan kehangatan itu ada bahaya yang tersembunyi, sinar ultra violet atau UV yang membahayakan kehidupan di kehidupan kita, untungnya kita dilindungi lapisan di ujung angkasa, berupa molekul ozone yang membentuk lapisan ozon planet kita. Mereka membiarkan sinar matahari yang berguna masuk dan mencegah sinar ultraviolet yang mematikan, dan hal ini dapat berjalan selamanya jika tidak ada CFC yang merusaknya.

    Paling bertanggung jawab terhadap kebocoran lapisan ozon adalah unsur Klorin (Cl) yang dikenal sebagai zat CFC (Chlorofluorocarbon). Unsur ini secara luas digunakan sebagai cairan pendingin (refrigerant) pada freezer, lemari es, AC ruangan, dan mesin pendingin lainnya, kaleng semprot untuk pengharum ruangan, penyemprot rambut atau parfum, bahan pelarut, busa pengembang. CFC tidak terbentuk secara alami dan hanya ada dalam jumlah kecil di atmosfer (kurang dari 0,000001%), namun mereka memiliki sekitar 10.000 kali ‘efek rumah kaca’ dibandingkan dengan karbondioksida (CO2).

    Pestisida seperti methil bromida juga sama berbahayanya dan industri bukanlah satu-satunya yang patut disalahkan. Saat kita memusnahkan atau menghancurkan barang seperti AC dan kulkas tua tidak digunakan dengan serampangan justru melepas molekul-molekul berbahaya akan naik ke angkasa dan menimbulkan masalah bagi kehidupan kita. Di samping CFC, zat-zat perusak ozon (Ozon Depleting Substance/ODS) utama yang bertanggung jawab terhadap perusakan ozon antara lain nitrogen oksida (N2O) yang merupakan hasil sampingan dari proses pembakaran, misalnya emisi pesawat terbang dan halon (digunakan dalam cairan pemadam kebakaran), methyl bromide, carbon tetrachloride, dan methyl chloroform. Beberapa alat pemadam kebakaran menggunakan molekul halon yang dapat mengancam keutuhan lapisan ozon, kulit kita rusak terbakar karena bahan kimia dalam alat pemadam kebakaran tersebut leluasa merusak lapisan ozon sehingga sinar UV semakin bebas memasuki bumi.

    Dan bukan hanya kulit yang terbakar,  sinar UV juga membuat kulit keriput hingga tampak lebih tua, sinarnya dapat menyebabkan katarak hingga mengakibatkan kebutaan dan melemahkan pertahanan tubuh (imunitas) alamiah terhadap penyakit, bahkan lebih buruk saat perkembangan tubuh terutama anak-anak dalam bahaya sebab kerusakan akibat sinar UV dapat menyebabkan penyakit kanker, ini memang masalah serius, tapi ada cara untuk melindungi diri kita; lindungi kulit kita dengan mengenakan celana dan baju panjang dari sinar UV, kenakan topi untuk melindungi wajah, kacamata hitam untuk melindungi mata, dan tabir surya untuk bagian lainnya, tetap berdiam diri di rumah saat matahari terik, dan usahakan selalu berada di tempat teduh seperti dibawah pepohonan.

     

    Terpenting pastikan kulkas dan AC yang rusak dikerjakan ahlinya, khususnya teknisi terlatih tidak akan membiarkan CFC terlepas ke udara, ini penting bukan untuk kita tapi juga anak-anak kita, sebab meskipun sudah tidak ada lagi bahan kimia berbahaya dibuang ke atmosfer setidaknya akan membutuhkan 50 (lima puluh) tahun untuk memperbaiki seluruh lapisan ozon. Maukah anda membantu menambalnya?

    Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kerusakan ozon sebagai berikut:

    1. Beli produk ramah ozon, berlabel ozone friendly atau free CFC tidak lagi mengandung zat-zat BPO atau halon.
    2. Gunakan peralatan yang ramah ozon non CFC (chlorofluorocarbon).

    Para petani mulai beralih menggunakan bahan-bahan fumigasi atau pengolah tanah tidak lagi mengandung metil bromida atau mengandung unsur-unsur yang berdampak buruk bagi lapisan ozon.

    1. Teknisi terlatih , pada waktu memperbaiki peralatan rumah tangga berbahan aerosol yang masih mengandung CFC, tidak akan membiarkan CFC terlepas ke udara.
    2. Karyawan/Pegawai kantoran, berprilakulah ramah lingkungan seperti menjalankan program eco office dengan membantu kantor dengan mengidentifikasi peralatan kantor seperti AC, dispenser, kulkas, dan tabung pemadam kebakaran serta produk-produk lainnya seperti aerosol spray, busa untuk bantal kursi, larutan pengoreksi tulisan (tip-ex) yang menggunakan BPO, beralihlah gunakan peralatan-peratalan tersebut dengan bahan-bahan alternatif lebih ramah ozon.
    3. Jangan budayakan memusnahkan sampah dengan membakar. Bahaya perilaku pembakaran sampah kuhusunya berjenis plastik adalah terurainya zat-zat seperti sulfur ke udara sehingga zat tersebut menjadi sulfur dioksida dimana hal ini akan meningkatkan kandungan zat berbahaya bagi lingkungan. Salah satu jenis zat yang sangat berbahaya dalam kandungan gas sisa pembakaran plastik adalah dioksin yang bersifat karsinogen atau menimbulkan kanker.

    Efek samping dioksin terhadap binatang adalah perubahan sistim hormon, perubahan pertumbuhan janin, menurunkan kapasitas reproduksi, dan penekanan terhadap sistim kekebalan tubuh. Efek samping dioksin terhadap manusia adalah perubahan kode keturunan (marker) dari tingkat pertumbuhan awal dari hormon. Pada dosis lebih besar bisa mengakibatkan sakit kulit serius yang disebut chloracne.

    Ozon bertindak sebagai pelindung yang menyerap radiasi ultraviolet matahari. Meski sinar UV matahari sebenarnya sangat bermanfaat untuk memberikan panas, membunuh bakteri, memicu produksi vitamin D pada tubuh, serta membantu meningkatkan suasana hati, namun jika semakin menipis, sinar UV juga bisa masuk ke bumi dengan kadar berlebih sehingga dapat meningkatkan produksi radikal bebas dan menghasilkan berbagai penyakit seperti kanker kulit dan katarak. Menipisnya lapisan ozon disebabkan dari beberapa kebiasaan manusia dimana dampak yang paling dirasakan adalah suhu bumi.

    Cara mencegah penipisan lapisan ozon? Berikut cara yang bisa kita lakukan :

    1. Mengurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi

    Emisi yang dihasilkan oleh kendaraan akan membahayakan keberadaan lapizan ozon seiring dengan banyaknya jumlah kendaraan. Hal ini dapat disiasati dengan mulai menggunakan transportasi umum untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan, jadi selain mengurangi lapisan ozon, juga sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga kualitas emisi dan udara di lingkunganmu ya!

    1. Menggunakan Bahan yang Bersahabat dengan Lingkunga pertanian sebaiknya menghindari penggunaan pestisida yang zat methyl bromida yang juga berperan dalam penipisan ozon. Meskipun pestisida sangat berguna untuk menghilangkan dan membunuh hama perusak tanaman, tetapi pestisida juga dapat merusak lingkungan sekitar. Ada baiknya para petani menggunakan pestisida alami yang aman dan tidak merusak lingkungan.

    Chlorofluorocarbons (CFC) atau freon biasanya digunakan sebagai cairan pendingin pada AC, freezer, dan mesin pendingin lainnya. Menggunakan barang-barang pendingin diatas, lakukan pemeriksaan berkala untuk mencegah dan meminimalisasi cairan pendingin tersebut bilamana.

    1. melakukan penghijauan

    gerakan penghijauan seperti menanam pohon. Budayakan setidaknya satu rumah satu pohon. Sisihkan sebagian waktu bermain gadget -mu untuk gerakan penghijauan. Ayo lakukan sesuatu yang hijau hari ini!

    1. Mengurangi Penggunaan Listrik

    Banyak yang tidak menyadari bahwa penggunaan listrik ternyata juga mempengaruhi kondisi lapisan ozon. Perusahaan Listrik Negara menghasilkan listrik dengan bahan bakar batu bara. Sisa pembakaran batu bara sendiri dapat menghasilkan karbonmonoksida yang juga berperan dalam penipisan ozon.

    Nah itu dia beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mencegah menipisnya lapisan ozon. Mari kita menjaga bumi kita dengan terus menjaga kualitas lingkungan. Salam pecinta lingkungan!.

    No comments yet.

    Leave a Reply

    © 2017 Situs Resmi Kabupaten Sukamara. Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kab. Sukamara, Jl. Tjilik Riwut Km 6 Telp. (0532)2076666 e-Mail : kominfosandi@sukamarakab.go.id Kabupaten Sukamara
    error: Content is protected !!