Sukamara Bisa Jadi Pintu Gerbang Kalteng

Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata Sukamara Drs Qamaruddin, mengungkapkan, bahwa secara geografis Sukamara memiliki letak yang sangat strategis dan potensial menjadi pintu gerbang Kalteng. Apalagi di sebelah barat berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Barat dan bagian selatan dengan Laut Jawa. Dengan posisi yang strategis ini, sepantasnya Sukamara memiliki dermaga yang memadai, sehingga akan dapat lebih membuka pintu Sukamara untuk keluar masuknya kapal-kapal berskala nasional. “Potensi yang ada di Sukamara, seperti perkebunan kelapa sawit memerlukan akses pendistribusian yang lancar. Untuk itu perlu dibangun sebuah dermaga dalam mengatasi efesiensi operasional pelabuhan yang ada saat ini,” ungkap Qomaruddin pada pelaksanaan ekspose laporan pendahuluan hasil study lokasi dan rencana design pembangunan dermaga Angkutan Sungai Ddanau dan Ppedalaman (ASDP) di Sedawak, kemarin. Penyebab utama kurang efisiennya pelabuhan yang ada saat ini, adalah panjang dermaga yang terbatas. Juga minim fasilitas bongkar muat kapal. Selain itu penyebab lain adalah tidak tersedianya fasilitas suplai air bersih dan bahan bakar. Padahal sejauh 200 kilometer dari bibir muara Sungai Jelai masih dapat dilalui oleh kapal besar. Sehingga apabila terdapat dermaga yang memadai maka banyak kapal-kapal pengangkut barang yang dapat keluar masuk Sukamara. Sementara itu, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Sukamara, Eddy Royani SE memprediksi bahwa arus keluar masuk barang melalui pelabuhan Sukamara diperkirakan terus mengalami peningkatan, terutama untuk Cruid Palm Oil (CPO) dan kernel atau cangkang kelapa sawit. Berdasar data pihak Adpel, jumlah CPO yang diangkut melalui pelabuhan Sukamara hingga bulan Juli 2007 tadi sudah mencapai 77.490 ton, sedangkan jumlah kernel mencapai 18.795 ton, jumlah ini sudah melampaui angka tahun lalu pada bulan yang sama, yang hanya sebesar 16.175 ton. Menariknya lagi, perkebunan besar sawit (PBS) yang melakukan aktivitas bongkar muat melalui pelabuhan di wilayah Sukamara bukan saja dari PBS yang ada di Kabupaten Sukamara, namun juga ada yang berasal dari PBS yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Mengenai kapasitas angkut yang bisa keluar masuk ke Kabupaten Sukamara, Eddy menjelaskan bahwa saat ini yang menjadi kendala adalah persoalan alur jarak aman kapal di Muara Kuala Jelai maupun di Sungai Jelai sendiri masih tidak mendukung untuk membawa beban seberat 5.000 ton ke atas. Alur yang ada hanya selebar 3,5 meter dan alur tersebut cuma bisa dilalui oleh kapal dengan beban angkutan maksimal 2.000 ton saja. “Padahal sudah ada beberapa perusahaan sawit yang ingin meningkatkan jumlah pengiriman mereka. Pengiriman tersebut mencapai 5.000 ton dalam setiap angkut pengiriman untuk ekspor, tetapi karena alur sungai tidak mendukung sehingga mereka tidak bisa melaksanakannya,” tandas Eddy Royani. Permasalahan yang dihadapi ini harus dipecahkan bersama apabila menginginkan kabupaten Sukamara betul-betul terbuka. Sarana pelabuhan yang lengkap, infrastruktur yang memadai, sangat dibutuhkan dalam melayani bongkar muat barang dan turun naiknya penumpang.

14 Oktober 2009 17:16
(Source: mug-kaltengpos.com 18 Januari 2008)
Cetak